Sabtu, 17 Maret 2012
Berada di Kota Suci Makkah adalah sebuah anugerah yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kota ini bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi merupakan tanah haram yang dimuliakan oleh Allah ﷻ sejak masa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam hingga Nabi Muhammad ﷺ. Di sinilah Ka’bah berdiri, kiblat kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia, pusat persatuan umat, dan tempat terkabulnya doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap.
Makkah memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Di antara keutamaannya:
• Allah ﷻ menjadikannya tanah haram yang penuh keberkahan dan keamanan, sebagaimana firman-Nya: “Dan barangsiapa memasukinya (tanah haram), maka dia aman.” (QS. Ali Imran: 97).
• Kota ini adalah tempat lahirnya Nabi Muhammad ﷺ, penutup para nabi.
• Shalat di Masjidil Haram dilipatgandakan pahalanya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sekali shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 kali shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Dan sekali shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100 kali shalat di masjidku ini.” (HR. Ahmad; Ibnu Hibban, shahih).
Siapa pun yang pernah menapakkan kaki di pelataran Masjidil Haram pasti akan merasakan suasana yang berbeda dari tempat mana pun di muka bumi ini. Udara malam yang tenang, cahaya lampu yang menyinari megahnya menara, lantunan doa dari ribuan jamaah yang datang dari berbagai bangsa, semuanya menyatu dalam suasana yang penuh kedamaian. Hati serasa luluh, air mata pun mudah mengalir ketika sujud di hadapan Ka’bah, merasakan kedekatan yang begitu nyata kepada Sang Pencipta.
Kebahagiaan bisa mengunjungi Makkah dan shalat di Masjidil Haram bukanlah kebahagiaan biasa. Ia lebih dari sekadar perjalanan lahiriah, ia adalah perjalanan ruhani yang meneguhkan iman, membersihkan hati, dan menghidupkan kembali semangat beribadah. Rasanya semua lelah, semua biaya, dan semua perjalanan panjang terbayar lunas hanya dengan satu kali sujud di hadapan Ka’bah. Betapa banyak doa yang tercurah, harapan yang dipanjatkan, dan rasa syukur yang meluap, hingga sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Ya Allah…, sebagaimana Engkau telah memberikan kesempatan indah itu, kami memohon dengan sangat: izinkanlah kami sekeluarga kembali ke Baitullah, menunaikan ibadah haji dan umrah, mengulang kebahagiaan yang tak terbandingkan itu. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang selalu merindukan rumah-Mu yang suci, dan tetapkanlah langkah kami menuju ke sana lagi dan lagi. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.