BUAT APA JAM TANGAN MAHAL KALAU TIDAK TAHU WAKTU SHALAT

Di zaman sekarang, banyak orang berbangga diri dengan jam tangan yang mahal. Ada yang harganya puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah. Mereka merasa percaya diri karena benda itu menjadi simbol status dan kemewahan. Namun pertanyaannya: buat apa semua itu, kalau ia tidak mampu menuntun pemiliknya untuk menunaikan shalat tepat waktu?

Shalat adalah tiang agama. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.”
(HR. Tirmidzi, hasan sahih)

Jam tangan hanyalah penunjuk waktu, tapi shalat adalah penentu arah hidup seseorang. Jam tangan mewah tidak akan menyelamatkan pemiliknya dari azab Allah, tapi shalatlah yang menjadi sebab keselamatan di dunia dan akhirat.

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalnya, dan jika shalatnya rusak maka rusaklah seluruh amalnya. “Shalat adalah penentu baik buruknya amal. Barang siapa menjaga shalatnya, ia akan menjaga amal lainnya. Barang siapa meremehkannya, amal lainnya akan lebih diremehkan lagi.” (Imam Ibnul Qayyim rahimahullah)

Lalu bagaimana mungkin seseorang sibuk menghitung menit untuk urusan dunia, tapi lalai dari menghitung waktu untuk berdiri di hadapan Rabb semesta alam?

Sungguh ironis bila seseorang memiliki jam tangan canggih yang bisa menunjukkan detik dengan presisi tinggi, tapi ia tetap melalaikan panggilan adzan. Padahal, suara adzan itu lebih berharga dari bunyi alarm jam mewah sekalipun.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barang siapa meninggalkannya sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah – sahih)

Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat. Bayangkan, betapa sia-sianya seseorang yang sibuk mengejar gengsi dunia, tetapi justru melalaikan hal paling mendasar yang membedakan seorang mukmin dengan orang kafir.

Jam tangan seharusnya menjadi pengingat, bukan sekadar hiasan. Jam tangan mewah tidak bisa membeli kembali waktu shalat yang telah berlalu. Ia hanya bisa menunjukkan detik-detik yang terus berjalan menuju ajal. Sedangkan shalatlah yang bisa menjadi penolong di saat seorang hamba berdiri sendiri di hadapan Allah.

Maka, tanyakanlah pada dirimu sendiri: “Apakah jam tanganku hanya sekadar gaya, ataukah ia menjadi pengingat untuk berdiri di hadapan Allah?”

Ingatlah…
• Jam tanganmu tidak akan ditanya pada hari kiamat.
• Yang akan ditanya adalah shalatmu: apakah kau jaga tepat waktu atau kau lalaikan.

Jangan sampai kita lebih sibuk menghargai sebuah benda, sementara melalaikan janji pertemuan dengan Allah yang lima kali sehari telah Dia tetapkan untuk kita.

Buat apa jam tangan mahal, kalau tidak tahu waktu shalat?

Wallohualam bishowab

Semarang, 9 September 2025

Ditulis bersama chatGPT dengan beberapa perubahan