Dinamakan lailatul qadar karena betapa agung kedudukannya dan keutamaannya di sisi Allah. Dan juga karena di malam itu ditetapkan apa yang akan terjadi di tahun itu berupa ajal-ajal, rezki-rezki dan takdir-takdir ketentuan Allah. Kemudian Allah besarkan lagi perkaranya dan agungkan kedudukannya, Allah azza wa jalla berfirman:
“Tahukah kalian apa itu lailatul qadar?” (QS. Al-Qadr 2)
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr 3)
Bermakna bahwa malam itu kedudukannya itu sangat agung, perkaranya sangat besar, sebanding dari segi keutamaannya seribu bulan. Maka amalan yang terjadi di malam tersebut, itu lebih baik daripada amalan (yang dilakukan) selama seribu bulan yang tidak ada lailatul qadarnya. Dan ini diantara perkara yang membuat kagum pikiran-pikiran manusia, terasa luar biasa bagi akal-akal manusia. Tatkala Allah Yang Maha Tinggi mengaruniakan kepada umat yang lemah ini dengan satu malam, yang mana amalan di saat itu setara, bahkan melebihi amalan selama seribu bulan. Umur seorang yang diberi usia yang panjang, delapan puluh sekian tahun.” (Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Si’diy rahimahullah dalam taisiir Al-Kariim Ar-Rahmaan surat Al-Qadr)
1⃣ CARA MENGHIDUPKAN LAILATUL QADAR
Menghidupkan Lailatul Qadar itu dengan menjalankan shalat malam, berdzikir, berdoa membaca Al-Quran dan selain itu dari amalan-amalan baik lainnya.
2⃣ MALAM-MALAM GANJIL ITU LEBIH BESAR KEMUNGKINANNYA
Nabi ﷺ mengabarkan sesungguhnya Lailatul Qadar itu berada di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan sesungguhnya malam-malam ganjil itu lebih diharapkan dari yang lainnya.
3⃣ LAILATUL QADAR ITU BERPINDAH-PINDAH SETIAP TAHUNNYA
Lailatul Qadar itu berpindah-pindah dalam sepuluh hari terakhir ramadhan, dan dia tidak berada di malam tertentu terus-menerus. Terkadang dia berada di malam ke dua puluh satu, atau malam ke duapuluh tiga atau malam ke duapuluh lima atau malam ke duapuluh tujuh dan itu adalah yang paling diharapkan, dan terkadang berada pada malam ke duapuluh sembilan dan terkadang berada di malam-malam genap.
4⃣ MENGKHUSUSKAN SEPULUH MALAM TERAKHIR DENGAN BERBAGAI IBADAH
Dulu Nabi ﷺ mengkhususkan malam-malam sepuluh terakhir dengan lebih bersungguh-sungguh, yang tidak beliau lakukan pada duapuluh hari pertama. Dan dulu para sahabat beliau serta para Salaf setelah mereka mengagungkan malam-malam sepuluh terakhir dan bersungguh-sungguh di dalamnya dengan berbagai macam amal kebaikan.
5⃣ KIAT PASTI MERAIH LAILATUL QADAR
Barangsiapa yang melakukan shalat malam pada sepuluh hari terakhir semuanya, niscaya dia mendapatkan Lailatul Qadar.
6⃣ CARA MEWUJUDKAN KEIKHLASAN DALAM MENCARI LAILATUL QADAR
Makna sabda Nabi ﷺ karena “dorongan iman” dan “mengharap pahala” yakni karena ia beriman bahwasannya Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hal itu, dan mengharapkan pahala dari sisiNya, bukan karena riya’ bukan karena tujuan yang lainnya dari tujuan dunia.
Maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Dan ini menurut kebanyakan ulama, dipersyaratkan kalau dia meninggalkan dosa-dosa besar.
7⃣ TIDAK HARUS MELIHAT TANDA-TANDA LAILATUL QADAR
Terkadang Lailatul qadar itu bisa terlihat dengan mata, bagi orang yg diberi taufiq oleh Allah Taala. Yg demikian itu dengan melihat tanda-tandanya. Dahulu para sahabat radhiyallahu anhum mencirikan Lailatul qadar dengan tanda-tandanya. Akan tetapi sekalipun tidak melihatnya, itu tidak akan menghalangi untuk meraih keutamaannya.
8⃣ DIANTARA TANDA LAILATUL
Dan telah tetap dari Nabi ﷺ apa yg menunjukkan bahwasanya diantara tanda-tandanya adalah matahari pada pagi harinya tidak menyilaukan.
Asy-Syaikh Bin Baz rahimahulloh berkata: “Sungguh, hadits-hadits yang shohih dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam menunjukkan bahwa lailatul qodar berpindah-pindah terjadinya, tidak di malam tertentu, selamanya. Terkadang lailatul qodar terjadi di MALAM-MALAM GANJIL: di malam 21, atau di malam 23, atau di malam 25, atau di malam 27 -ini yang paling pantas-, atau terkadang di malam 29. Bahkan terkadang terjadi di MALAM-MALAM GENAP. Maka barangsiapa menghidupkan malam yang sepuluh, seluruhnya, dengan penuh keimanan dan berharap pahala, niscaya dia mendapatkan lailatul qodar ini, tanpa keraguan. Dia sukses meraih apa yang dijanjikan oleh Alloh untuk yang menghidupkannya.”
MALAM LAILATUL QADAR UNTUK MERAIH AKHIRAT, BUKAN UNTUK DUNIA
“Malam Lailatul Qadar digunakan untuk meraih kebaikan agama, bukan dunia, dan banyak orang awam yang berangan-angan bisa mengetahui malam Lailatul Qadar untuk mendapatkan dunianya, maka orang yang pikiran buruk semacam ini menimpa dirinya hendaklah dia bertaubat kepada Allah.” ( Syaikh Abdul Hamid bin Badis rahimahullah dalam Atsar Ibnu Badis, II/329)
Semoga Allah azza wa jalla memberikan taufik kepada kita semua untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar yang penuh berkah di 10 malam terakhir Ramadhan tahun ini, aamiin.
Sumber tulisan:
https://t.me/salafytabalong/
https://t.me/ahlussunnahposo/
https://t.me/KEUTAMAANSUNNAH/
Wallohualam bishowab
Semarang, 10 Maret 2026
Ditulis bersama chatGPT dengan beberapa perubahan