KEBAIKAN HATI DENGAN MENGHISAB DIRI

MENGHISAB (MENGOREKSI) DIRI BUTUH KESUNGGUHAN DAN KEJUJURAN

Syaikh Muhammad bin Ghalib al ‘Umari hafizhahullah berkata,

“Menghisab diri tidak hanya sekedar kata-kata improvisasi (perbaikan diri) atau luapan-luapan emosi.

Akan tetapi, menghisab diri ialah sesi-sesi perbaikan hati dengan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya.

Dengan memikirkan tempat-tempat yang kurang, memperhatikan titik-titik yang lemah dan melihat dengan jeli sebab-sebab kesalahan.

Menghisab diri ialah tekad yang kuat dan sikap yang lurus untuk menuju kepada al haq (kebenaran), baik ucapan maupun perbuatan.

Serta berpegang teguh dengan istiqamah secara lahir dan batin.

Allah Ta’ala berfirman,

{Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, Maka Kami benar-benar akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami}.”

x.com/m_g_alomari/status/1775495708453351694


JANGANLAH KITA LALAI DARI MENGHISAB DIRI KITA

Semoga Allah memudahkan hisab kita di hari yang tidak ada naungan, kecuali naungan-Nya

Di antara sebab-sebab yang paling penting untuk bisa istiqamah yaitu:

Seorang insan menghisab dirinya (mengoreksi amal perbuatannya), apa yang telah ia kerjakan dan apa yang telah ia lalaikan (tinggalkan).

(Allah Ta’ala berfirman),

{Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok (akhirat)}.

Nabi ﷺ bersabda,

“Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya dan menghisab dirinya.”

Yakni ia menghisab dirinya.

Al Hasan rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya seorang hamba, ia akan senantiasa berada dalam kebaikan,

Selama ia memiliki penasehat dari dalam dirinya sendiri.

Dan muhasabah (menghisab diri) merupakan pekerjaan yang utama baginya.”

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Baiknya hati itu dengan menghisab diri. Dan rusaknya hati itu dengan lalai dari menghisab diri.”

twitter.com/FatawaPedia/status/1636019423432814592

Sumber : https://t.me/belajar_beramal