Saudaraku seiman, ada dua jalan yang sering kita anggap ringan, padahal keduanya memiliki akibat besar di sisi Allah. Satu jalan membersihkan mulut, mengikuti sunnah Nabi ﷺ, dan menjadi sebab datangnya ridha Rabb semesta alam. Sedangkan jalan yang lain mengotorinya, merusak tubuh, serta menjauhkan hati dari ketaatan kepada-Nya.
Allah Ta‘ala berfirman: “Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik.” (QS. Al-Baqarah: 168)
Apa yang masuk ke dalam mulut kita bukan sekadar kebiasaan, melainkan pilihan yang akan dipertanggungjawabkan. Nabi ﷺ bersabda bahwa seorang hamba bisa mengucapkan satu kata
yang diridhai Allah sehingga diangkat derajatnya, dan bisa pula mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah hingga terjerumus ke dalam neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu pula kebiasaan kecil yang terus diulang, ia dapat menjadi sebab turunnya rahmat atau sebab datangnya penyesalan di hari akhir. Sunnah yang tampak sederhana seperti bersiwak adalah amalan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, karena “siwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Rabb.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)
Sebaliknya, segala sesuatu yang membahayakan tubuh dan mengotori lisan termasuk perkara yang harus dijauhi. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
Merokok adalah kebiasaan yang merusak kesehatan, membahayakan diri sendiri dan orang lain, menghamburkan harta tanpa manfaat, serta tidak membawa kebaikan bagi dunia maupun akhirat. Seorang mukmin diperintahkan menjaga amanah tubuhnya, karena tubuh ini akan menjadi saksi di hadapan Allah.
Maka tinggalkanlah apa yang membahayakan karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Gantilah kebiasaan yang buruk dengan amalan sunnah, dengan dzikir, dengan menjaga kebersihan, dan dengan ketaatan yang mendekatkan kita kepada-Nya.
Ingatlah, ridha Allah tidak selalu hadir melalui perkara besar, tetapi melalui ketaatan kecil yang dijaga dengan istiqamah. Amalan yang terus-menerus walau sedikit lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang terputus.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari penyakit, membersihkan lisan kita dari dosa, menjauhkan kita dari segala maksiat yang merusak diri, dan menjadikan setiap pilihan hidup kita sebagai jalan menuju ridha-Nya dan keselamatan di akhirat, aamiin.
Wallohualam bishowab
Semarang, 15 Februari 2026
Ditulis bersama chatGPT dengan beberapa perubahan