Kita sudah mulai menua.
Mungkin kita belum menyadarinya sepenuhnya, tapi waktu tak lagi berjalan seperti dulu. Rambut yang dulu hitam kini mulai diselipi uban, tenaga yang dulu kuat kini mudah lelah, dan semangat yang dulu membara kini mulai lebih tenang. Inilah pertanda bahwa dunia semakin kita tinggalkan, dan akhirat semakin mendekat.
Maka sungguh, sudah tidak pantas lagi kita mempermasalahkan ego masing-masing.
Sudah tidak selayaknya kita terus menuntut pembenaran diri, mempertahankan gengsi, atau menumpuk amarah pada hal-hal yang fana. Sebab di usia ini, yang seharusnya kita cari bukan lagi kemenangan dalam perdebatan, melainkan ketenangan dalam keikhlasan.
Kita mulai memahami bahwa hidup ini bukan tentang siapa yang paling hebat atau paling benar di mata manusia, tapi tentang siapa yang paling tulus di hadapan Allah. Bukan lagi tentang siapa yang memiliki harta paling banyak, tapi siapa yang paling mampu bersyukur dengan apa yang dimiliki.
Kini, doa kita bukan lagi meminta dunia yang gemerlap, tapi meminta hati yang lapang, rezeki yang berkah, dan keluarga yang saling menenangkan. Kita mohon agar Allah azza wa jalla memberi rezeki yang lancar, keluarga yang harmonis, anak-anak yang tumbuh dewasa dalam iman dan adab, serta hati yang selalu dekat dengan-Nya.
Kita ingin menua bukan sekadar menjadi tua, tapi menua dengan iman dan amal yang bertambah, bukan menua dengan hati yang semakin keras. Karena setiap langkah yang kita ambil kini sudah mendekatkan kita ke ujung perjalanan, tempat di mana hanya amal saleh yang menemani.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang sakitmu, masa kayamu sebelum datang miskinmu, masa luangmu sebelum datang sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Maka mari kita gunakan sisa usia ini untuk memperbanyak dzikir, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan mempererat hubungan dengan Allah Azza wa Jalla.
Jangan biarkan usia bertambah tapi iman berkurang.
Jangan biarkan rambut memutih tapi hati tetap gelap.
Karena hakikatnya, menua bukanlah tentang berkurangnya waktu hidup di dunia, tapi tentang semakin dekatnya pertemuan dengan Rabb yang menciptakan kita.
Semoga Allah menjadikan usia kita penuh keberkahan, menutup hidup kita dengan husnul khatimah, dan mengumpulkan kita kelak dalam surga-Nya bersama keluarga yang kita cintai, aamiin
Wallohualam bishowab
Semarang, 17 Oktober 2025
Ditulis bersama chatGPT dengan beberapa perubahan