REUNI DI SURGA

Kadang ada rasa sedih ketika melihat teman-teman berkumpul dalam reuni sekolah atau kuliah, sementara karena berbagai kesibukan dan keadaan, kita belum bisa hadir. Akhirnya hanya bisa mengirim doa dari kejauhan. Semoga Allah menjaga kalian semua, melimpahkan kesehatan, keberkahan umur, dan mengaruniakan husnul khatimah.

Namun, semakin bertambah usia, semakin kita sadar bahwa ada satu reuni yang jauh lebih layak untuk dirindukan daripada semua reuni di dunia. Reuni yang tidak dibatasi waktu. Reuni yang tidak diakhiri dengan perpisahan. Reuni yang tidak menyisakan penyesalan.

Yaitu.., “REUNI DI SURGA”

Berkata Malik bin Dinar rahimahullah,
“Betapa banyak orang yang ingin berjumpa dengan saudaranya namun terhalang oleh kesibukan. Semoga Allah mengumpulkan keduanya di negeri yang tidak ada perpisahan lagi di dalamnya.” (Shifatul Jannah karya Ibnu Abid Dunya, hlm. 58).

Boleh jadi, tidak semua teman sekolah akan sempat hadir di reuni dunia. Ada yang tinggal jauh, ada yang disibukkan oleh pekerjaan dan keluarga, bahkan ada yang telah lebih dahulu dipanggil menghadap Allah Ta’ala. Dan suatu saat nanti, giliran kita pun akan menyusul. Saat itu, tidak ada lagi jabatan yang dibanggakan. Tidak ada lagi harta yang bisa dibawa. Tidak ada lagi gelar yang dapat menyelamatkan. Yang menemani kita hanyalah iman dan amal saleh yang telah kita persiapkan selama hidup di dunia. Karena itu, semakin usia bertambah, seharusnya bukan hanya daftar reuni yang kita siapkan, tetapi juga bekal untuk perjalanan yang tidak akan pernah berakhir.

Kita bukan lagi anak-anak sekolah yang sibuk mengejar nilai. Kita bukan lagi mahasiswa yang sibuk mengejar kelulusan. Kini kita sedang menjalani ujian kehidupan yang sesungguhnya. Masa muda perlahan telah berlalu. Rambut mulai memutih. Tenaga tidak lagi sekuat dahulu. Satu demi satu teman seusia mulai dipanggil kembali kepada Rabb-nya. Semua itu adalah pengingat bahwa akhirat bukan lagi sesuatu yang terasa jauh. Maka, selama Allah masih memberi kesempatan, mari memperbanyak amal saleh.

  • Perbaiki shalat kita.
  • Dekatkan diri dengan Al-Qur’an.
  • Perbanyak sedekah.
  • Perbanyak istighfar.
  • Perbanyak doa.
  • Perbaiki akhlak.
  • Sambung silaturahmi.
  • Berbaktilah kepada kedua orang tua.
  • Maafkan orang yang pernah menyakiti kita.
  • Dan jangan lupa mendoakan teman-teman seperjuangan kita, baik yang masih hidup maupun yang telah lebih dahulu mendahului kita.

Kalau hari ini kita belum sempat bertemu karena kesibukan dunia, semoga itu bukan perpisahan untuk selama-lamanya. Karena sesungguhnya, pertemuan yang paling indah bukanlah di aula sekolah, bukan pula di gedung pertemuan, melainkan ketika Allah mengumpulkan hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga-Nya.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ,
“Dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah.” (HR. Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031).

Semoga persahabatan yang dahulu terjalin menjadi persahabatan yang saling menguatkan dalam kebaikan, saling mendoakan dalam diam, saling mengingatkan kepada Allah, hingga kelak dipertemukan kembali di tempat yang tidak ada lagi perpisahan, tidak ada lagi kesedihan, tidak ada lagi penyakit, dan tidak ada lagi kematian.

Ya Allah, kumpulkanlah kami di Surga Firdaus bersama para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, orang-orang saleh, kedua orang tua kami, keluarga kami, guru-guru kami, sahabat-sahabat kami, dan teman-teman kami yang Engkau ridai. Jadikanlah itulah reuni terbaik yang tidak akan pernah diakhiri dengan perpisahan.

Aamiin ya Rabbal ’alamin.

Wallohualam bishowab
Semarang, 30 Juli 2026
Ditulis bersama chatGPT dengan beberapa perubahan